Cinta Bukanlah Disalurkan Lewat Pacaran Selasa, Okt 27 2009
Tausyiah 5:01 pm
Meningkatkan Kualitas Iman : Tiga Pesan Syeh Abdul Qodir Jailani r.a. Jumat, Okt 23 2009
Tausyiah Iman, Khotbah, Khotbah Jumat, Taqwa, Tausyiah, Tiga Pesan, Tiga Pesan Syeh Abdul Qadir Jailani 11:30 pm
Pada posting ini saya akan mencoba menyampaikan ulang apa yang menjadi isi dari khobah jumat pada hari jumat, 23 Oktober 2009. Topik yang diangkat adalah mengenai pesan yang disampaikan syeh Abdul Qodir Jailani r.a. kepada murid-muridnya. Pesan itu sangat singkat tetapi kaya akan makna bila kita renungi dalam aplikasi keimanan dalam kehidupan kita.
Beliau menyampaikan tiga hal yang kurang lebih kalau diterjemahkan artinya sebagai berikut (mohon maaf arabnya saya lupa):
- Jadilah kalian seekor binatang buas terhadap segala perintah Allah SWT dan RosulNya.
- Jadilah kalian seperti orang yang sakit terhadap larangan-larangan Allah SWT dan RosulNya
- Jadilah kalian seperti orang yang mati terhadap taqdir Allah SWT.

www.wildimages.biz
Pertama, mari kita meraba diri kita pribadi, apakah karakter tersebut telah ada dalam diri kita. Untuk kriteria pertama, apakah kita sudah seperti binatang buas yang sangat lapar terhadap perintah Allah dan Rasul. Rasa lapar itu tentu saja membuat kita menjadikan ibadah sebagai makanan yang akan mengenyangkan rohani kita. Bila ada panggilan Allah berupa adzan, bagaimana sikap kita? “Ah, masih jam 12 siang, entar nunggu jam 2 aja.” atau mungkin menundah sholat isya karena jam 12 malam pun masih bisa sholat isya. Itu mungkin salah satu parameter yang mencerminkan sikap kita terhadap perintah Allah dan Rosul.

roghuzshy.files.wordpress.com
Kedua, apakah sikap kita sudah seperti orang sakit bila dihadapkan pada larangan Allah dan Rosul? (lagi…)
Wanita diciptakan dengan keindahan dari ujung rambut sampai ujung kaki, Mengapa harus ditutupi ???????? Kamis, Okt 22 2009
Suaraku [My Aspiration] and Tausyiah Aurat Wanita, Keindahan Wanita, Menjaga Aurat, Wanita 9:33 pm

NA
Apakah pernah mendengar pendapat seperti itu? Tentu saja kita merasa aneh mendengar perkataan seperti itu. Itu adalah pendapat dari sebagian mahasiswi yang ditanya tentang pemakaian jilbab bagi kaum wanita. Alasan mengapa mereka memakai pakaian yang merangsang sahwat ialah karena mereka merasa bahwa seluruh bagian dari dirinya adalah keindahan yang diciptakan tuhan untuk dirinya. Untuk itu mengapa harus ditutup?
Mereka berpikir dengan berpakaian yang merangsang akan lebih dihargai dan dianggap lebih dari yang lain. Padahal sesungguhnya dengan menampakkan aurat didepan umum akan menunjukkan bahwa wanita tersebut bermoral rendah. (lagi…)
Tiga Hari Saja Rabu, Sep 30 2009
Tausyiah 12:10 pm
Hari pertama.
Hari kemarin,
Kita tidak akan bisa mengubah apapun yang telah terjadi
Kita tidak bisa menarik kembali perkataan yang telah Kita ucapkan
Kita tidak bisa menghapus kesalahan yang Kita perbuat
Kita tidak bisa mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin
So,, Biarkan hari kemarin lewat, lepas…………………………………………..
Hari kedua.
Hari esok,
Sampai menteri terbit esok hari
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi
Kita tidak bisa melakukan apa-apa esok hari
(lagi…)
Tiga Pesan Nabi Isa a.s. Selasa, Sep 1 2009
Tausyiah 5:21 pm
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillahi rabbil 3alamin.
nahmaduhu wa nasta3inuhu wanasytaghfiruhu, Wa na3udzubillahi min sururi anfusina wa min sayyiati a3malina. Man yahdihillahu fala mudzillalah Wa Man yudzlil fala hadiyalah.
Bismillahirahmanirrahim..
Dalam khotbah jumat pada tanggal 31 Oktober, Khotib menyampaikan materi tentang 3 pesan nabi Isa As. yang sangat penting untuk diketahui dan dilaksanakan sebagai sarana untuk memperbaiki kehidupan kita.
Dengan suara lantang, khotib mulai menyebutkan isi dari pesan tersebut.
• Jangan kalian memperbanyak berkata-kata kecuali perkataan yang dapat membuat orang lain bertambah ketaqwaannya kepada Allah SWT.
Dari kalimat diatas, evaluasi yang dapat kita lakukan adalah sejauh mana kata-kata kita dalam kehidupan sehari-hari efektif dan membuat orang lebih bertaqwa. Semakin tidak berbobot kata-kata kita berarti akan semakin buruk kualitas diri kita.
Berkata-kata yang boleh juga harus kita minimalisir bila itu tidak memberikan manfaat bagi orang lain. Apalagi kata-kata yang tidak diperbolehkan oleh agama, seperti hibah, memperolok-olok, atau kata-kata buruk lainnya.
Teringan degan apa yang dikatakan oleh AA Gym tentang manusia ini tidaklah beda dengan apa yang dinamakan dengan teko. Artinya apa? Kualitas manusia dapat dilihat dari kata-katanya. Apabila seseorang sering mengeluarkan kata-kata yang tidak terpuji, jorok, maka itulah kualitas dari orang tersebut. Begitu juga dengan sebaliknya.
Maka sudah selayaknyalah kita menjaga kata-kata seefektif mungkin sehingga apa yang kita katakan akan senantiasa syarat akan hikmah dan manfaat.
• Jangan kalian memandang aib saudara kalian seolah kalian dalam posisi tuhan, tetapi pandanglah dengan memposisikan diri kalian layaknya hamba sahaya.
Poin yang kedua ini memang sangat penting dan krusial untuk dibuat bahan evaluasi. Manusia selalu erat dengan salah dan khilaf. Tidak ada manusia yang tidak mempunyai aib. Satu manusia tidak saling mengetahui aib masing-masing. Yang mengetahui aib seseorang secara nyata hanyalah Allah SWT. Bahkan kalau ditilik lebih dalam sebenarnya aib yang tampak oleh manusia itu jauh lebih sedikit dari pada aib kita yang sebenarnya.
Yang perlu ditekankan disini adalah bahwa kita sering senang membicarakan aib orang lain. Dan dalam membicarakan aib tersebut seolah kita ini memposisikan diri sebagai tuhan yang tdiak mempunyai kesalahan. Kita mengira bahwa orang lain itu salah, kita benar, orang lain itu bodoh dan kita yang pintar, dsb. Itu merupakan indikasi kita memiliki sifat sombong yang tersembunyi karena kita merasa lebih baik dari orang lain. Ini merupakan penyakit yang harus disembuhkan.
Ingatlah bahwa kesommbongan itu walaupun sekecil apapun akan menyebabkan kita tidak dapat masuk surga. Karena yang berhak untuk sombong itu hanyalah Allah SWT yang maha Agung. Manusia tidak berarti apa-apa dimuka manusia yang sama-sama hamba dan tidak punya kemampuan apapun untuk menjaga keselamatannya tanpa pertolongan Allah.
Maka kita selayaknya selalu menjaga aib orang lain. Allah berfirman bahwa ” Barang siapa yang menjaga aib saudara muslimnya, niscaya Allah akan menjaga aibnya di yaumul hisab nanti.” Itulah janji Allah SWT. Kita pandang aib orang lain seolah kita ini hamba sahaya yang selalu menjaga aib tuaanya. Karena seseorang yang mengorek aib saudra muslim itu seakan memakan tubuhnya sendiri. Na3udzubillahi min Dzalik..
• Di dunia hanya ada dua jenis manusia, yaitu yang sehat dan yang sakit.
Terakhir dari pesan nabi Isa adalah bahwa manusia itu kalau tidak sehat ya sedang sakit. Maka kita harus senantiasa mengashi orang yangs edang sakit. Dalam melakukan itu ,kita akan mendapatkan dua nilai sekaligus, yaitu bahwa kita terlatih untuk senantiasa memberi kasih sayang pada sesama dan juga kita akan terlatih untuk bersyukur akan apa yang telah kita dapatkan.
Itu sedikit taujih yang dapat saya share dari Khotbah Jumat di Masjid Manarul Ilmi. Semoga dapat memberikan manfaat dan semangat kita untuk senantiasa memerbaiki diri kita.
Terima Kasih
Abdul Basyir
Kembali pada Tujuan Manusia Diciptakan Selasa, Sep 1 2009
Tausyiah 5:19 pm
Salam.
Ini saya mencoba untuk menuliskan materi khotbah jumat yang dilaksanakan pada tanggal 14 November 2008. Khotbah membahas masalah ketentraman manusia dengan kembali kepada tujuan manusia diciptakan.
Bila kita menilik dunia industry dalam membuat barang tertentu, maka semua barang itu akan mempunyai petunjuk penggunaan masing-masing. Kalau suatu produk digunakan tidak sesuai dengan petunjuk yang dibuat oleh pabriknya, misalkan gunting untuk kertas digunakan untuk memotong seng, ya jelas hasil akan tidak maksimal atau bahkan akan merusak dari peralatan tersebut.
Keadaan tersebut searah dengan keadaan manusia yang diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam alquran yaitu Tidaklah AKU menciptakan Jin dan Manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKU. Ayat tersebut jelas menerangkan tujuan manusia diciptakan di muka bumi ini. Nah, kalau ada manusia yang mencoba menggunakan dirinya untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan tujuan dia dicipatakan, maka yang didapatkan dia hanyalah ketidak tenangan dan kerusakan hidup yang akan mencelakakan manusia itu sendiri.
Manusia diberikan kebebasan untuk melakukan apapun yang dia inginkan tapi dengan konsekuensi yang telah diterangkan dengan jelas. Kalau mau bahagia ada jalannya dan kalau mau susah ada jalannya juga. Demikian Allah menjelaskan kepada manusia untuk menguji siapa diantara yang paling baik amalnya.
Tapi dalam kehidupan sehari-hari, manusia kerap kali lebih menuruti hawa nafsunya sendiri dari pada perintah Allah yang jelas-jelas lebih mengetahui apa yang terbaik bagi makhluknya yaitu manusia. Alasan demi alasan selalu dibuat manusia untuk menghindari dan berpaling dari Tuhannya. Manusia banyak yang lebih menggunakan nafsunya untuk melakukan segala apa yang dia inginkan. Dan bila itu terjadi, pastilah tidak ada yang dia dapatkan kecuali suasana hati dan kehidupan yang hancur dan tidak tenang. Hal itu karena manusia menyalahi dari fungsi atau tujuan dari penciptaannya sendiri. Ketidak tentraman itu tidak hanya terjadi di dunia saja, akan tetapi akan menimpanya nanti ketika diakhirat tentunya.
Kita harus berhati-hati terutama terhadap penyakit hati seperti riya, takabbur, dan iri dengki kepada sesame manusia. Penyakit yang satu ini tentu saja lebih membahayakan manusia dari pada penyakit fisik lain, karena selain mengganggu manusia di dunia juga akan berimbas kepada kehidupan sesuadah nanti. Orang yang di dunia selalu melakukan amalan dengan riya’ , maka nanti akan ditantang oleh Allah untuk memanggil siapa-siapa yang kepadanya dia riya. Allah menyuruh orang tersebut meminta tolong kepada yang dia riya tersebut. Naudzubillah. Semoga kita dijauhkan dari yang demikian itu.
Solusi untuk menghindari kesalahan hidup adalah dengan melakukan fungsi kita sesuai tujuan mengapa kita diciptakan. Tidak lain yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. Dalam posisi apapun, kapanpun, dimanapun, kita harus senantiasa memperbaharuhi niat kita untuk beribadah kepada Allah SWT. Apapun yang kita lakukan tentunya sebagai sarana kita mengabdikan diri kepada Allah SWT. Dengan selalu mengingat Allah pada situasi apapun akan menjaga kita dari melakukan perbuatan yang tidak di ridhoi oleh Allah SWT. Hal itu tentu saja sangat sulit, tapi kita harus senantiasa berusaha dan menigkatkan kualitas keimanan kita. Dzikir merupakan senjata yang ampuh sebagai pengontrol manusia dari perbuatan yang tidak sesuai dengan fungsinya.
Dalam khotbah ini juga dibicarakan masalah kesalehan nabi Ibrahim As yang selalu tabah menghadapi segala cobaan dan ujian dari Allah. Beliau selalu mendahuluka perintah Allah dari pada keinginan pribadinya. Sebagai contoh yang paling jelas adalah pada peristiwa penyembelihan Ismail. Nabi Ibrahim tetap tegar dan yakin bahwa Allah yang paling tahu apa yang terbaik, sehingga dia tidak ragu sedikitpun untuk melaksanakan perintah tersebut.
Nabi Muhammad bersabda bahwa nanti diakhir zaman akan ada golongan-golongan yang melakukan ibadah haji, tapi niatnya sudah tidak sesuai dengan yang seharusnya.
1. Pejabat yang berhaji bukan untuk beribadah, akan tetapi untuk Ngelencer atau travelling.
2. Orang Kaya yang pergi haji untuk berbisnis
3. Orang miskin yang haji untuk meminta-minta
4. Para ulama dan kiyai yang berhaji untuk mendapatkan
Demikian semoga bermanfaat.
Jazaelkheer for visiting.
Abdul Basyir
Lima Macam Jihad dan Prioritasnya Selasa, Sep 1 2009
Tausyiah 5:18 pm
Riview Kotbah Jumat, 21 November 2008 @ Masjid Manarul Ilmi ITS Surabaya
Akhir-akhir ini publik dunia selalu dipusingkan dengan masalah ketakutan terhadap umat islam atau yang dikenal dengan nama islamaphobia. Agama islam seolah menjadi agama yang sangat kejam dan ditakuti dunia karena identik dengan kekerasan, bom, dan perlakuan yang tidak berperikemanusiaan. Khususnya dunia barat yang sangat gencar menyulutkan isu-isu kekejaman agama islam. Hal ini tentu saja sangat merugikan umat islam diseluruh dunia dimana secara langsung atau tidak akan mempengaruhi perlakuan sebagaian negara atau komunitas terhadap ummat islam terutama didaerah yang islam merupakan agama minoritas. Larangan memakai jilbab, penggeledahan, diskriminasi, dan perlakuan-perlakuan seperti itu sering terjadi.
Isu-isu jihad yang digemborkan oleh sebagaian kaum muslimin atau yang biasa dianggap Islam garis keras semakin menambah besarnya ketakutan dunia barat akan agama islam. Isu ini dimanfaatkan golongan-golongan yang memusuhi umat islam untuk mengkambing hitamkan umat islam terhadap setiap aksi-aksi kekerasan atau ledakan bom di seluruh dunia. Sekali lagi hal itu sangatlah merugikan umat islam di seluruh dunia yang kenyataannya tidak mengajarkan ajaran yang demikian. Publikpun seakan semakin terwacanakan bahwa memang benar dalam islam itu diajarkan masalah jihad yang cenderung identik dengan masalah perang. Adanya film buatan tokoh anti islam dari Belanda beberapa waktu lalu pun tidak bisa dibendung lagi perdarannya. Itu sangat merusak image islam dalam pandangan publik.
Dalam kehidupan ini, jihad merupakan hal yang sangat penting dan merupakan perintah dari Allah SWT. Islam sangat memerintahkan kepada ummatnya untuk senantiasa berjihad untuk menguji keimanan seseorang dan tidak tanggung-tanggung balasannya adalah surga. Oleh karena itu umat islam berlomba untuk senantiasa berjihad.
Masalahnya pandangan terhadap jihad itu terkadang sangat sempit dan hanya identik dengan perang dan kekerasan. Kalau dipikir memang benar bahwa kita harus dapat menelaah lebih dalam lagi mengenai makna jihad yang lebih sesuai dengan kehidupan saat ini. Ada lima macam jihad yang dianjurkan dalam islam dan empat diantaranya sangat aplikatif dalam kehidupan saat ini. Empat macam jihad itu adalah sebagai berikut.
1. Jihad Melawan Nafsu
Jihad yang pertama adalah menlawan nafsu kita dalam hari-hari kita. Setiap manusia mempunyai nafsu yang harus dikendalikan oleh manusia itu sendiri. Banyak manusia yang tidak dapat mengontrol nafsunya sendiri yang mengakibatkan mereka terperosok dalam kehidupan yang penuh dengan kehinaan. Manusia punya nafsu untuk tidur, tetapi bukan berarti dia harus tidur terus sesuai dengan keinginannya. Nafsu tidur harus dikontrol dan diatur kapan waktunya tidur dan kapan waktunya beraktivitas. Kemudian manusia juga punya nafsu untuk makan yang harus dikontrol dengan makan sesuai dengan proporsi yang diatur oleh Islam. Bukan makan sembarangan, berlebihan, dan makan makanan yang diharamkan oleh Allah SWT. Manusia punya nafsu seksual yang harus senantiasa dijaga, tidak didisalurkan dengan hal-hal yang tidak dibenarkan dalam agama.
Sebagai mahasiswa mungkin nafsu yang paling akrab adalah malas. Istilah sistem SKS(Sistem Kebut Semalam) sangat sering dipakai oleh kebanyakan mahasiswa. Mereka sangat malas dan cenderung menunda-nunda pekerjaan hingga mendekati hari dimana suatu pekerjaan itu harus dikumpulkan. Perasaan malas ini tentu saja sangat berbahaya dan akan merusak generasi. Bila mahasiswa sangat malas, maka makna pendidikan seolah hanya untuk mendapatkan nilai akhir. Sejatinya makna pencerdasan anak bangsa tidak akan pernah tercapai.
2. Jihad Melawan Syaitan
Jihad yang kedua ini adalah jihad melawan musuh yang nyata bagi manusia seperti yang difirmankan oleh Allah bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Syetan telah bersumpah kepada Allah untuk senantiasa menggoda manusia sampai akhir dunia ini. Syetan tentu saja sangat berpengalaman dalam menjerumuskan manusia. Mereka tidak mati sampai hari kiamat nanti yang tentu sana mereka sangat berpengalaman sekali dalam menjadikan manusia kufur terhadap tuhannya.
Oleh karena itu kita harus senantiasa mengumbandangkan jihad besar-besaran kepada syetan yang sudah berjanji pada Allah akan menggoda kita sehingga kita akan terjerumus dalam tipu muslihatnya. Dalam kehidupan ini ada dua macam syetan, yaitu syetan yang berasal dari golongan jin dan syetan dari golongan manusia.
3. Jihad Melawan Kaum Fasiq
Kalau kita melihat di lingkungan kita saat ini, mungkin sebagai mahasiswa kita bisa melihat berapa banyak teman kita yang sama-sama muslim, tapi tidak sholat jumat, malas sholat lima waktu, jarang membaca alquran, dll. Parahnya, mereka malah melakukan perbuatan-perbuatan maksiat yang jelas-jelas Allah telah melarang dalam Alquran. Peran kita dituntut disini.
Mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar adalah tugas kita. Mungkin mulai dari keluarga, kerabat, teman dekat, dan selanjutnya kelingkungan yang lebih luas. Jangan buru-buru perang, tapi benahi dulu generasi Islam sekarang ini. Perang pemikiran lebih berbahaya bagi Islam dari pada perang fisik. Dunia barat semakin gencarnya menhancurkan akhlak generasi muda Islam dengan berbagai macam media film, musik, trends, dan obat-obatan terlarang. Dengan cara ini, akan dengan mudah mereka menghancurkan pertahanan ummat Islam. Bagaimana pertahanan kita kalau generasi muda telah hancur?
Pertanyaan itu yang harus kita jawab. Percuma kita perang dengan pedang kalau pemikiran kita telah diracuni sedemikian parahnya oleh bangsa barat. Mereka kalau memakai senjata dan terang-terangan memusuhi umat islam, pastilah mereka akan kalah. Tapi, dengan menghancurkan mental-mental kita, mereka akan dengan mudahnya membinasakan umat Islam.
4. Jihad Melawan Kaum Munafiq
Jihad kemudian adalah melawan kaum yang mengaku-ngaku menjadi umat Islam, tapi sesungguhnya mereka berusaha untuk memecah dan menghancurkan ummat Islam. Kita tidak tahu keberadaan mereka karena mereka sama-sama Islam, bahkan kadang-kadang ibadahnya luar biasa bagusnya melebihi ibadah kita.
Keberadaan mereka adalah mencari kelemahan umat Islam dan selanjutnya menyerang umat Islam dengan analisis mereka. Ini haruslah diwaspadai bersama. Pertengkaran diantara umat Islam itu adalah salah satu propaganda yang dilayangkan kaum munafiq. Dikala umat Islam ini berselisih pendapat dan menimbulkan perselisihan, apalagi sampai berperang, maka kaum ini akan bertepuk tangan melihat kehancuran umat Islam.
5. Jihad Melawan Kaum Kafir
Jihad yang terakhir adalah melawan kaum kafir atau berperang dengan senjata. Kalau meraka telah terang-terangan meniupkan api peperangan kepada umat Islam.
Demikian kajian tentang macam-macam jihad dan jihad mana yang krusial untuk dilakukan oleh kita. Serangan mental lebih berbahaya dari pada serangan fisik. Mari kita berlomba-lomba memperbaiki lingkungan kita dengan memmulainya dari lingkungan yang paling kecil.
Semoga bermanfaat.
Abdul Basyir