Jangan biarkan bunga layu sebelum berkembang”, kalimat tersebut yang selalu terngiang saat melihat brosur etos di asrama mahasiswa etos Surabaya. Kalimat tersebut saya lihat pada saat saya mendaftar beastudi ini ke asrama mahasiswa etos Surabaya. Jargon itu sangat tepat sekali dengan tugas mulia pengelola BeaStudi Etos yang memberikan kesempatan pada siswa lulusan SMA yang tidak mampu melanjutkan ke dunia perkuliahan padahal mereka menyimpan berjuta potensi yang siap untuk mengrebrak dan membawa negara ini kearah yang lebih baik.

Luar biasa dapat menjadi keluarga beastudi etos dimana saya merasa terbangun baik mental maupun spiritual, berkumpul dengan orang-orang berpotensi tinggi, serta lingkungan asrama yang dikondisikan sedemikian rupa sehingga rasa untuk berkompetisi menjadi lebih baik selalu terpacu. Peningkatan kualitas dan manajemen diri pasti dirasakan oleh para Etoser(penerima beastudi Etos). Suasana diskusi untuk memecahkan suatu permasalahan sangat dikembangkan di sini.

Latar belakang dari keluarga kurang mampu, ‘ndeso’, dan masih polos  yang mungkin membuat kami merasa kurang percaya diri dan kurang maksimalnya potensi kami. Tetapi justru inilah masalah pertama yang terpecahkan selama kami diterima di Etos. Rasa bahwa miskin adalah kenyataan bukan masalah selalu ditanamkan dalam alam bawah sadar kami sehingga rasa minder dan unconfident sedikit demi sedikit lenyap.

Pada awal bergabung dengan teman-teman etos lama dan tinggal diasrama, rasa kagum tak terelakkan saat melihat situasi kekeluargaan antara penghuni asrama. Hubungan kakak adik sangat kelihatan antara Etoser dan Etoser dengan pendamping. Budaya saling nesehat-menasehati tampak jelas misalnya  pada saat akan menunaikan ibadah shalat dimana masing-masing Etoser mengingatkan Etoser  lain yang mungkin tertidur atau sedang turun kondisi spiritualnya.

Pembinaan dan training yang diberikan kepada Etoser secara gratis mempercepat perkembangan kualitas diri Etoser. Materi yang diberikan meliputi masalah agama dan materi pengembangan diri. Adanya program English Day, English week, dsb juga sangat membantu Etoser dalam meng-up grade kemampuan bahasa inggrisnya. Tidak heran hanya dalam sekejap etoser yang dahulunya kebanyakan pendiam, malu-malu, dan minder berubah menjadi indivdu yang berani bicara, kritis akan suatu masalah, pemberani, dan sekarang banyak yang memegang amanah penting di kampus, baik itu di Himunan mahasiswa jurusan, Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM), ataupun organisasi lain. Hal ini menunjukkan keberhasilan program Etos untuk mengeluarkan potensi dari Etoser sehingga akan melahirkan calon-calon pemimpin masa depan yang Cerdas, Ulet, dan Kreatif.

Disisi lain, wawasan kami pun berkembang karena kami juga dikenalkan dengan Etoser  lain dari Universitas negeri lain dari Padang sampai dengan Makasar. Kami dikumpulkan dalam satu forum komunikasi sehingga kami punya jaringan tingkat nasional. Hal itu sangat bermanfaat untuk menambah ilmu dan bertukar wawasan mengenai apapun.

Sangat luar biasa bila banyak institusi yang bergerak dibidang yang sama dengan beastudi Etos yang dapat melahirkan orang-orang sukses Indonesia sesuai dengan Jargon barunya “Panitia Orang Sukses Indonesia”. Karena bila terwujud  tidak mustahil bangsa Indonesia akan menjadi “Real Macan Asia even Macan Dunia”.  Amiin.

Terima Kasih

Hanya Berbagi