Setelah sholat ashar di Musholla dekat kos, saya langsung melihat handphone saya yang tertulis 1 misscall. Terlihat yang menghubungi saya adalah nomor jakarka. Waah. Perasaan bertanya-tanya semakin besar karena saya juga lagi menunggu dua jawaban dari institusi di Jakarta. Tidak buang-buang waktu saya menelpon balik nomor tersebut karena kebetulan saat itu lagi ada pulsa telpon,biasanya ngisi cuma pulsa sms. Ternyata tersambung dengan IIEF, Indonesian International Education Foundation,. Saya tidak bisa tersambung karena operatornya berkata semua officernya sedang melayani yang lain. Saya diminta menunggu besok karena kebetulan hari sudah menunjukkan jam 4 sore.

Keesokan harinya saya sudah ada agenda untuk mencari rumah kontrakan baru karena yang sekarang sudah dalam masa tenggang. Saat memulai perjalanan rupanya ada nomor jakarta lagi yang menguhubungi saya dan ternyata benar seperti yang saya perkirakan dari IIEF. Mbaknya yang memperkenalkan diri dengan nama Rathma Soma dari IIEF memberika kabar gemmbira kepada saya bahwa saya diterima sebagai peserta beasiswa IELSP yang akan berangkat januari 2009. Alhamdulillah akhirnya Allah mengabulkan doa yang selalu kupanjatkan untuk memberikan yang terbaik.Seketika itu perhatian langsung terpaku pada persiapan yang harus dilengkapi untuk mendapatkan visa amerika dengan segera. Mbak Rathma mengatakan bahwa perlu waktu yang lama untuk mendapatkan visa, sehingga secepat mungkin harus cepat mengurus mulai dari passport, KK, medical check up, MMR, dan masih banyak yang lain.

Sekarang lagi menunggu proses visa interview yang akan dilaksanakan tanggal 16 Oktober mendatang. Teringat saat pertama saya memutuskan untuyk mendaftar IELSP penuh dengan kebimbangan dan Optimis. Tapi saya kira itu lah salah satu nikmatnya kehidupan yang diberikan Allah Swt. Manusia diberikan apa yang disebut Uncertainty atau seuatu ketidakpastian dalam kehidupan mereka. Nasib dimasa depan, jodoh, dan kematian merupakan beberapa contoh yang dapat dikatagorika sebagai uncertainty. Bayangkan bila semua telah ditetapkan dan telah jelas, maka tiada kenikmatan yang akan kita rasakan. Salah satu janji Allah adalah memberikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Begini ceritanya:

Saat membaca salah satu dari 25 mailing list yang saya ikuti, ada pengumuman beasiswa kursus singkat selama dua bulan di amerika. Program diperuntukan untuk mahasiswa yang aktif semester 5 keatas dan punya kegiatan ekstrakurikular. Saya langsung tertarik dengan tawaran beasiswa tersebut. IELSP adalah nama beasiswa tersebut. Saya cuma berfikir bahwa lumayan sekali bagi seorang yang datang dari desa bila dapat kesempatan untuk pergi ke negeri paman sam tersebut. Perasaan optimis seakan semakin nyata bahwa saya akan lulus seleksi berkas dari beasiswa ini. Tidak buang-buang waktu saya langsung mendowload form dan FAQ(frequenly questions answers). Kesan pertama langsung wahh! Kok formnya banyak sekali. Kurang lebih 10 halaman dengan terakhir harus melampirkan lembar rekomendasi dari dosen.

Saya mengajak dua teman saya dari teknik kimia untuk sama-sama mendaftar beasiswa IELSP ini. Mereka adalah teman sesama penerima BeastudiEtos Sahkundiyar(Mas Sahkun ayo ikut lagi untuk cohort 6) dan Eko Frastiawan(Hello Dek Eko, perjuangan belum berakhir untuk meningkatkan kualitas dengan sennatiasa belajar), mantan Presiden saya ketika diamanahi sebagai kepala departemen Pendidikan dan Kesejahteraan Mahasiswa (DIKESMA) di BEM FTI ITS Surabaya. Kami sama-sama berjuang keras dalam mengisi form tersebut dan tidak sungkan-sungkan melihat apa isi karangan yang harus disertakan untuk kelengkapan form. Untuk masalah toefl mungkin saya yang sudah mengikuti Toefl ITP, sedangkan dua teman saya menggunakan nilai yang diperoleh dari tes Toefl yang dihasilkan saat mengikuti tes Mahasiswa berprestasi tingkat institut 2008. Nilai toefl yang diizinkan untuk mengikuti beasiswa IELSP minimal 450 atau skor lain yang setara.

Perasaan bingung sempat hinggap di hati kami karena program ini kan untuk les bahasa inggris, trus yang dipilih itu yang sudah pandai dan fasih bahasa inggris, atau yang masih blekak-bekuk ya? Pertanyaan ini sempat saya tanyakan pada waktu tes wawancara. Dan mbak Ika pada saat itu yang mewawancarai saya mengatakan ada banyak kriteria yang akan dipertimbangkan dalam pemilihan calon peserta iELSP, bukan hanya dari sisi bahasa inggris saja, tapi kegiatan extrakurikulum seperti engalaman organisasi berperan banyak disini.

Wawancara dilaksanakan di Job Placement Centre Kampus B Unair Surabaya. Saat itu saya bersama satu orang yang sama-sama menjadi peserta Sampoerna Best Student Visit 2008. Dia adalah Yose yang dijuluki Carla karena rambutnya yang mirip dengan Carla gadis kecil yang main di Komedi Suami-Suami yang Takut Isteri. Mbak Carla masih daftar lagi kan yang cohort 6? Ayo semangat untuk menyusul diriku.

Kemudian untuk surat rekomendasi, saya berencana meminta surat tersebut pada Kajur Teknik Industri Bu Sri Gunani Partiwi dan Pak PD III FTI Bapak Wiratno Argo Asmoro, walaupun nyatanya Cuma dapat satu dari Kajur. Terima Kasih Bu Sri atas surat rekomendasinya. Surat rekomendasi ini sangat penting untuk menentukan apakah benar applicant itu akan diterima atau tidak dalam seleksi berkas. Untuk teman2 yang mau mendaftar usahakan mencari perekomendasi yang pandai dalam mempromosikan (bukan mengada-ngada) anak didiknya. Usahakan perekomendasi telah tahu banyak mengenai diri teman2 sehingga akan lebih sangar surat rekomendasinya.

Setelah tes wawancara berlalu sekitar 2 minggu, Alhamdulillah saya diterima untuk belajar di Arizona USA. Insya4JJ1 akan berangkat januari 11th 2009. Sejauh ini hanya mempersiapkan segala sesuatunya termask siap2 menerima secondary inspection saat di USA karena namaku Abdul Basyir, teroris banget tuh. Tapi semoga tidak memakan waktu yang lama dan tidak mengalami itu. Saya di amanahi sebagai koordinator untuk Arizona January Bacth. Mungkin dari alumni arizona bersedia memberikan informasinya apa yang harus dipersiapkan dan yang rawan ketinggalan, sehingga tim Arizona nanti akan berjalan dengan maksimal.

Untuk teman2 silahkan mendaftar cohort 7 karena pendaftaran dibuka paling lambat 10 Nopember 2009.